10 Mitos dan Fakta Tentang Cokelat

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat – Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa coklat adalah makanan yang sangat populer sejak ditemukan 4000 tahun yang lalu. Kamu pun pasti mengemari makanan yang hadir dalam berbagai bentuk, batang, cair, bubuk dan hadir melengkapi makanan manis lainnya. Tetapi cokelat itu buruk bagi kita bukan? Penuh dengan kafein dan lemak jenuh? Tunggu dulu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa coklat bisa masuk ke dalam menu makanan sehat kita. Yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah mencari tahu dan memisahkan yang mitos dan fakta sesungguhnya mengenai coklat.. 

Berikut adalah beberapa mitos dan fakta cokelat umum yang perlu kita luruskan.

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat 1

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat

Ilustrasi kolesterol. ©2017 istock.com

MITOS: Coklat meningkatkan kolesterol jahat
FAKTA: Meskipun coklat mengandung mentega kakao, yang memiliki lemak jenuh tinggi, sebagian besar lemak berasal dari asam stearat atau asam oktadekanoat yang tidak berfungsi seperti lemak jenuh. Studi telah menunjukkan bahwa coklat tidak meningkatkan kolesterol jahat. Untuk beberapa orang, coklat justru dapat menurunkan kadar kolesterol.

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat 2

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat

sumber gambar : infiline

MITOS: Coklat tinggi kafein
FAKTA: Berbeda dengan kepercayaan yang sering kita dengar, coklat tidak mengandung kafein sebanyak yang dipikirkan. Sebagai contohnya, coklat Hershey mengandung 9 miligram kafein dan bar Hershey Special Dark berisi 31 miligram. Sedangkan segelas kopi Starbucks mengandung 320 miligram kafein.

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat 3

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat

sumber gambar : freepik.com

MITOS: Gula pada coklat menyebabkan hiperaktif
FAKTA: Lebih dari selusin penelitian gagal menemukan hubungan antara gula dalam makanan anak-anak dan perilaku hiperaktif. Lalu apa yang membuat anak-anak hiperaktif? Ada dua teori: keadaan lingkungan yang menciptakan kegembiraan luar biasa seperti pesta ulang tahun atau bahwa semua ini hanya ada di benak orang tua.

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat 4

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat

sumber : hospitalsanfernando

MITOS: Orang dengan diabetes harus menghindari coklat
FAKTA: Coklat tidak perlu dihindari sepenuhnya oleh penderita diabetes karena faktanya coklat memiliki indeks glikemik, sistem peringkat makanan yang mengandung karbohidrat, yang rendah. Studi terbaru menunjukkan bahwa coklat hitam sebenarnya dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada orang dengan tekanan darah normal dan tinggi dan memperbaiki disfungsi endotel pada penderita diabetes.

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat 5

sumber : livescience

MITOS: Coklat menyebabkan kerusakan gigi dan gigi berlubang
FAKTA: Sebaliknya, sebuah studi dari Universitas Osaka di Jepang menemukan bahwa bagian dari biji kakao, bahan utama coklat, justru menghambat bakteri mulut dan kerusakan gigi.

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat 6

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat

sumber : freepik.com

MITOS: Coklat membuat Anda bertambah gemuk
FAKTA:
Sebuah studi besar yang didanai oleh National Institutes of Health menemukan bahwa mengkonsumsi coklat dalam porsi kecil sebanyak lima hari dalam seminggu berhubungan dengan Index Massa Tubuh (IMT) yang lebih rendah, bahkan jika orang tersebut makan lebih banyak kalori dan tidak berolahraga lebih banyak dari orang lain.

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat 7

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat

sumber : freepik.com


MITOS: Makan gula dan coklat bisa menambah stres
FAKTA: Sebuah studi menemukan bahwa makan sekitar satu setengah ons coklat hitam sehari selama dua minggu mengurangi tingkat hormon stres di tubuh orang yang merasa sangat tertekan.

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat 8

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat

sumber : freepik.com


MITOS: Coklat tidak memiliki nilai gizi
FAKTA: Sebuah batang coklat gelap khas mengandung kapasitas antioksidan sebanyak 2 3/4 cangkir teh hijau, 1 gelas anggur merah, atau 2/3 cangkir blueberry. Selain itu, coklat juga mengandung mineral dan serat makanan.

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat 9

Coklat tidak memiliki nilai gizi

sumber:healindonesia


MITOS: Coklat merangsang daya seksual (afrodisiak)
FAKTA: Orang-orang Aztec mungkin yang pertama percaya pada hubungan antara coklat dan perasaan asmara. Namun, belum ada penelitian yang menemukan bukti yang mendukung hal tersebut.

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat 10

Mitos dan Fakta Tentang Cokelat

sumber :meetdoctor


MITOS: Coklat menyebabkan jerawat
FAKTA: Sebuah tinjauan ekstensif di Journal of American Medical Association menyimpulkan bahwa diet tidak berperan dalam perawatan jerawat pada kebanyakan pasien, bahkan sejumlah besar coklat tidak memperburuk jerawat secara klinis.

Reputasi buruk coklat perlahan-lahan berubah dan penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa jika dikonsumsi dalam jumlah yang benar, coklat dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Kamu bisa mengonsumsi coklat dalam bentuk kue brownies dari Pondan. Tidak hanya mudah dibuat, Pondan juga menghadirkan berbagai varian premiks brownies, seperti dan dan Brownies Kukus Cokelat, Brownies Kukus Cokelat Keju, Brownies Kukus Ketan Hitam, dan Brownies Kukus Ketan Hitam Lapis Pandan. Coklat tidak pernah senikmat ini!

Sumber:
https://www.mnn.com/food/healthy-eating/stories/top-11-chocolate-myths
https://cokelatklasik.com/main/7-mitos-dan-fakta-terbaru-tentang-manfaat-cokelat-yang-perlu-kamu-ketahui/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *